Bollard tipe Bitt
Mengapa Memilih Harus Bitt Bollard??
Bollard adalah titik koneksi
terakhir yang secara harfiah menjamin keamanan kapal dan aset triliunan rupiah.
Jika Bollard Tipe Tee unggul dalam menahan beban mutlak, Bollard Tipe Bitt
mendominasi dalam hal fleksibilitas penanganan tali. Dalam konteks supply
chain modern, di mana efisiensi waktu sandar-lepas (turnaround time)
sangat penting, kemampuan untuk mengelola beberapa tali secara independen
sangat krusial. Peran Bitt Bollard adalah memfasilitasi mooring yang
tidak hanya cepat, tetapi juga aman, mengurangi risiko kesalahan operasional
yang disebabkan oleh tali yang saling tumpang tindih.
FAQ Bollard Bitt
- Bagaimana cara menentukan kapasitas Bollard Bitt yang tepat? Mengacu pada ukuran kapal, gaya tarik maksimum mooring line, dan kondisi lingkungan (angin, arus, gelombang). Biasanya dihitung dalam desain mooring
- Bagaimana cara pemasangan Bollard Bitt di dermaga?Dipakukan pada pelat dasar atau fondasi beton dengan menggunakan anchor bolt berkapasitas tinggi. Pemasangan harus mengikuti gambar teknik dan spesifikasi pabrik
- Bagaimana cara menentukan kapasitas Bollard Bitt yang tepat? Mengacu pada ukuran kapal, gaya tarik maksimum mooring line, dan kondisi lingkungan (angin, arus, gelombang). Biasanya dihitung dalam desain mooring
- Dari material apa Bollard Bitt dibuat? Biasanya terbuat dari cor baja (cast steel) atau cor besi (ductile cast iron) yang memiliki kekuatan tarik tinggi dan ketahanan terhadap korosi laut
- Apakah ada risiko kecelakaan akibat penggunaan Bollard Bitt yang salah? Ya. Kesalahan lilitan tali, melebihi kapasitas SWL, atau kondisi bollard rusak dapat menyebabkan tali putus, lemparan balik (snap-back), hingga kegagalan struktur.
Apa itu Bollard Bitt??
Bitt Bollard (sering juga dikenal sebagai Pillar
Bollard) didefinisikan sebagai perangkat infrastruktur maritim tipe post-mooring
yang memiliki konstruksi kolom vertikal tunggal yang berdiri di atas pelat
dasar yang kompak. Berbeda secara fundamental dengan Bitt yang
mengutamakan manajemen tali ganda, desain
Bitt Bollard diprioritaskan sebagai titik penambatan terpusat yang
menawarkan efisiensi ruang (footprint) yang optimal di dermaga sempit
dan memudahkan penanganan tali. Profilnya yang ramping dan sederhana
menjadikannya pilihan utama ketika tampilan estetika dan minimalis, serta
efisiensi ruang, sangat diperlukan.
Secara teknis, bollard ini
berfungsi sebagai titik transfer beban yang dirancang untuk menerima dan
menyalurkan semua gaya tarik horizontal (tensile force) dan gaya geser (shear
force) dari kapal ke dalam struktur beton dermaga melalui serangkaian baut
angkur (anchor bolts). Untuk memastikan tali tidak lepas, bagian
kepala Bitt (yang sering melengkung)
didesain spesifik untuk menciptakan mekanisme "penguncian" yang
mencegah mata tali meluncur ke atas (vertical slippage) saat terjadi
perubahan sudut tali yang curam. Seluruh komponennya dibuat dari logam cor
berkekuatan tinggi seperti Baja Cor (Cast Steel) atau Besi Cor Nodular
untuk menjamin ketahanan terhadap beban kejut dan korosi lingkungan laut yang
ekstrem.
![]() |
| TDS Bollard Bitt |
Material Konstruksi
Kualitas material sangat
menentukan umur layanan dan daya tahan bollard. MPM Perkasa sangat
menekankan penggunaan:
- Ideal: Baja Cor (Cast Steel) ASTM
A27 Grade 65-35 untuk kapasitas heavy duty (di atas 100 Ton).
Baja Cor dipilih karena kekuatan tarik (tensile strength) dan
ketahanan retak (fracture resistance) yang superior.
- Opsi Material lain: Besi Cor Nodular (Ductile
Cast Iron) untuk kapasitas menengah, menawarkan keseimbangan baik
antara biaya, kekuatan, dan ketahanan korosi.
- Kapasitas Beban (Load Rating): Bollard
Bitt dari MPM Perkasa umumnya diproduksi dalam rentang 5 Ton hingga 200
Ton, dan dapat disesuaikan sesuai permintaan spesifik dermaga.
Kriteria dan Panduan Pemilihan Bollard Bitt (Curve/Pillar) Sesuai Aplikasi Pelabuhan
Bitt Bollard adalah pilihan yang
menawarkan efisiensi ruang, kemudahan penanganan, dan nilai estetika yang baik,
menjadikannya spesialis untuk terminal yang mengutamakan kecepatan dan
tampilan. Namun, ia memiliki batasan beban yang ketat.
Panduan ini akan membantu engineer
dan pengelola pelabuhan menentukan kapan desain ramping Bitt merupakan pilihan yang optimal dan
aman.
Kriteria Utama Pemilihan Bitt Bollard
Pemilihan Bitt harus didasarkan pada empat pertimbangan
utama yang menunjukkan batas operasionalnya:
1. Batas Kapasitas Beban (Load Rating Ceiling)
- Kriteria: Kebutuhan Load Rating di
dermaga (maksimum 200 Ton untuk material Cast Steel premium).
- Implikasi: Jika perhitungan gaya tambat dari Design
Vessel Anda (kapal terbesar yang dilayani) melebihi batas ini, tipe Tee
Bollard harus segera dipertimbangkan sebagai pengganti.
2. Kebutuhan Jumlah Tali dan Separasi
- Kriteria: Dermaga tidak membutuhkan penambatan
banyak tali (cukup 1 atau 2 tali), dan tidak ada kebutuhan kritis untuk
memisahkan tali (independent mooring line separation).
- Implikasi: Karena Bitt hanya memiliki satu kolom, ia
tidak efektif untuk terminal serba guna (multi-purpose) yang sibuk;
ia sangat rentan terhadap masalah line burying (tali tertumpuk).
3. Batasan Lingkungan (Pasang Surut Rendah)
- Kriteria: Dermaga berlokasi di perairan dengan
variasi pasang surut yang relatif rendah atau kapal yang disandarkan tidak
memiliki perubahan draft (ketinggian) yang ekstrem.
- Implikasi: Jika pasang surut tinggi, sudut
tali akan menjadi curam (steep angle), dan Bitt kurang aman dalam menahan tali
agar tidak lepas dibandingkan Tee Bollard yang memiliki kepala
pengunci.
4. Prioritas Estetika dan Ruang
- Kriteria: Prioritas desain adalah
memaksimalkan ruang kerja (minimal footprint) di dermaga dan/atau
menjaga tampilan yang bersih dan modern.
- Implikasi: Desain ramping Bitt sangat ideal untuk memenuhi
tuntutan ruang dan visual ini.
Keunggulan Aplikasi Bitt Berdasarkan Fungsi
Ketika kriteria di atas
terpenuhi, Bitt Bollard
memberikan manfaat fungsional yang unik:
1. Efisiensi Ruang yang Maksimal
- Memiliki jejak tapak (footprint) paling kecil
di antara semua tipe bollard (Tee, Bitt, Curve). Ini ideal untuk jetty
atau pier yang sempit di mana setiap sentimeter ruang sangat
berharga.
2. Mempercepat Turnaround Time
- Bentuknya yang ramping dan profil melengkung
mempermudah petugas darat untuk melempar, melilitkan, dan melepaskan tali
tambat dengan cepat, sangat penting untuk operasional yang membutuhkan
kecepatan seperti terminal feri.
3. Mengurangi Keausan Tali (Line Chafing)
- Permukaan yang halus dan tanpa sudut tajam pada
desain Curve Bollard meminimalkan gesekan antara tali dan bollard,
secara signifikan memperpanjang umur layanan tali tambat kapal.
4. Pilihan Material yang Fleksibel
- Karena Load Rating yang relatif rendah, Bitt dapat diproduksi menggunakan Besi
Cor Nodular (Ductile Iron) yang lebih efisien biaya, namun
tetap kuat dan tahan korosi, dibandingkan keharusan menggunakan Baja Cor (Cast
Steel) pada tipe Tee berkapasitas tinggi.
Kelemahan dari Bollard Bitt
Meskipun Bitt Bollard (Pillar Bollard) unggul dalam
hal fleksibilitas arah (360 derajat) dan hemat tempat, tipe ini memiliki
beberapa kelemahan signifikan dibandingkan tipe lain (seperti Tee Head,
Staghorn, atau Double Bitt), terutama dalam kondisi operasional tertentu.
Berikut adalah kelemahan-kelemahan utamanya:
1. Risiko "Slipping" pada Sudut Curam (Steep Angles)
Ini adalah kelemahan paling krusial.
- Masalah:
Jika dermaga rendah dan kapal sedang kosong (posisi dek tinggi) atau saat
air pasang tinggi, tali tambat akan membentuk sudut vertikal yang curam ke
atas.
- Akibat:
Karena kepala Bollard Bitt biasanya hanya melebar sedikit (seperti jamur)
dan tidak memiliki "tanduk" yang menukik ke bawah atau ke atas
secara ekstrem (seperti Staghorn), tali lebih mudah tergelincir lepas
(slip off) ke atas melewati kepala bollard.
- Perbandingan:
Tipe Staghorn atau Tee Head jauh lebih aman untuk kondisi
pasang surut ekstrem karena bentuk kepalanya mengunci tali.
2. Keterbatasan dalam Mengunci Tali (Figure-of-Eight)
- Masalah:
Pada Bollard Bitt, tali hanya dililitkan secara memutar (circular
wrapping) mengelilingi pilar.
- Akibat:
Anda tidak bisa melakukan lilitan "angka delapan" (figure-of-eight)
yang sempurna seperti pada Double Bitt Bollard. Lilitan angka
delapan sangat penting untuk menciptakan gesekan maksimal yang
"mengunci" tali agar tidak melorot atau kendur saat kapal
tertarik arus kuat. Tanpa kuncian ini, tali lebih berisiko kendur sendiri.
3. Masalah "Tali Tertumpuk" (Line Crowding)
- Masalah:
Jika satu bollard digunakan untuk menambat lebih dari satu tali (misalnya
dari dua kapal berbeda atau dua tali dari kapal yang sama), tali-tali
tersebut akan menumpuk secara vertikal di satu pilar.
- Akibat
(Bahaya Operasional): Tali yang dipasang pertama akan berada di paling
bawah (buried). Jika kapal pemilik tali bawah perlu segera
berangkat (atau dalam keadaan darurat), kru dermaga harus melepas tali
bagian atas terlebih dahulu. Ini sangat tidak efisien dan berbahaya dalam
situasi darurat.
- Perbandingan:
Pada Double Bitt atau Tee Head yang lebar, tali bisa
dipasang berdampingan, sehingga masing-masing bisa dilepas secara
independen.
4. Kapasitas Lilitan Terbatas
- Masalah:
Tinggi leher (kolom) Bollard Bitt terbatas.
- Akibat:
Jika menggunakan tali tambat berdiameter besar (untuk kapal besar) atau
tali baja (wire rope), pilar mungkin cepat penuh hanya dengan
sedikit lilitan. Jika lilitan kurang, gaya gesek berkurang, dan beban pada
simpul tali menjadi terlalu besar.
5. Kurang Cocok untuk Mooring Line Baja (Wire Rope)
- Masalah:
Diameter kolom Bollard Bitt (terutama yang kapasitas kecil) kadang terlalu
kecil untuk bending radius (radius tekukan) tali baja.
- Akibat:
Memaksa tali baja menekuk pada pilar yang kecil dapat merusak struktur
kawat baja tersebut dan mengurangi umur pakainya.
Peringatan Kritis: Kapan Harus Beralih ke Tipe Lain
Keselamatan adalah prioritas.
Jangan pernah menggunakan Bitt
Bollard jika kriteria berikut berlaku:
- Variasi Pasang Surut Tinggi/Ekstrem: Risiko
tali lepas (slippage) saat sudut curam tinggi. Ganti dengan Tee Bollard.
- Kebutuhan Tali Ganda yang Independen: Jika
Anda memerlukan mooring line separation, ganti dengan Bitt Bollard.
Definisi dan Pengukuran Bollard Pull (Bollard Pulling Force)
Bollard Pull adalah metrik
fundamental dalam industri maritim dan rekayasa pelabuhan. Istilah ini tidak
hanya merujuk pada kekuatan kapal tunda (tugboat) tetapi juga, dalam
konteks dermaga, merujuk pada kekuatan maksimum yang dapat ditahan oleh titik
tambat itu sendiri.
Definisi Teknis Bollard Pull
Bollard Pull adalah maximum
horizontal pulling force yang dapat ditarik oleh suatu kapal (atau diuji oleh
alat penarik) terhadap bollard, di mana bollard dan sistem fondasinya
mampu menahan gaya tersebut tanpa menggerakkan kapal atau mengalami kerusakan
permanen (yielding).
Dalam konteks desain dermaga, Bollard
Pull yang tertera pada spesifikasi produk (Load Rating) adalah
kapasitas maksimum yang dijamin oleh produsen dan harus diverifikasi oleh engineer
melalui perhitungan gaya sandar kapal terbesar (Design Vessel).
Inti dari pengukuran ini adalah
memastikan bahwa bollard dan sistem angkurnya (fondasi) berfungsi sebagai satu
kesatuan yang kuat untuk menahan gaya yang timbul akibat faktor alam (angin,
arus, gelombang) dan gaya sandar kapal.
Satuan Pengukuran dan Persamaan Konversi
Dalam industri maritim, Bollard
Pull diukur dalam dua satuan utama, yang penting untuk dikonversi secara
akurat dalam perhitungan rekayasa:
- Ton-Force (tf): Satuan yang paling umum
digunakan dalam kontrak dan spesifikasi teknis pelabuhan di banyak negara.
Ini adalah satuan gravitasi yang mewakili massa 1 ton di bawah percepatan
gravitasi standar.
- Kilonewton (kN): Satuan Sistem Internasional
(SI) untuk gaya. Ini adalah satuan yang digunakan dalam perhitungan fisika
dan finite element analysis (FEA) yang lebih presisi.
Persamaan Konversi:
Terminologi Kunci dan Hubungan Matematis Beban Bollard
Dalam siklus desain dan
verifikasi bollard, terdapat empat terminologi beban yang mendefinisikan
batas keamanan dan prosedur pengujian:
1. Design Pull Force (DPF) / Gaya Tarik Desain
Definisi: Merupakan gaya
tarik horizontal maksimum yang dipertimbangkan oleh engineer. Gaya ini
adalah hasil perhitungan analisis terburuk (misalnya, angin ekstrem, arus, dan
gelombang) yang dialami oleh kapal terbesar (Design Vessel). Ini adalah
nilai nominal yang menjadi dasar untuk semua pengujian dan spesifikasi.
2. Working Load (WL) / Beban Kerja
Definisi: Beban maksimal yang
diizinkan saat operasi penambatan normal sehari-hari. Working Load (WL) harus
selalu lebih rendah atau sama dengan Design Pull Force (DPF)
WL<DPF
3. Proof Load (PL) / Beban Uji
Definisi: Beban statis yang
diaplikasikan pada bollard selama pengujian kualitas atau sertifikasi.
Tujuannya adalah memverifikasi integritas material tanpa mencapai titik luluh.
Hubungan Matematis: Proof Load
umumnya ditetapkan sebesar 1.5 kali dari Design Pull Force(DPF):
PL = 1.5 X DPF
4. Ultimate Capacity (UC) / Kapasitas Maksimum Absolut
Definisi: Beban di mana material
bollard mencapai titik luluh (yield point) atau kegagalan struktural total
(failure point). Ini adalah batas kekuatan material sesungguhnya.
Hubungan Matematis: Ultimate
Capacity harus jauh lebih besar daripada Design Pull Force dan diatur oleh
Faktor Keamanan (SF)(biasanya S{F} = 2.0
hingga 3.0):
UC > SF x DPF
Dengan demikian, aliran beban
dalam desain bollard adalah bertingkat, menjamin margin keamanan yang memadai:
WORKING LOAD < DESIGN PULL FORCE < PROOF LOAD < ULTIMATE CAPACITY
Ringkasan Aliran Beban
|
Terminologi |
Keterangan
Singkat |
Kapan
Digunakan? |
|
Design Pull
Force |
Kebutuhan gaya yang dihitung
oleh engineer. |
Tahap Desain & Spesifikasi |
|
Working Load |
Batas gaya yang diizinkan
selama operasi harian. |
Operasi Normal |
|
Proof Load |
Gaya yang diaplikasikan untuk
pengujian material (misalnya 1.5×). |
Uji Kualitas (QC/QA) |
|
Ultimate
Capacity |
Titik di mana material secara
fisik gagal/patah. |
Batas Teoritis |
Memahami hubungan dan perbedaan
antara terminologi ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan umur
layanan Bollard Pelabuhan yang optimal.
![]() |
| Bollard Bitt |
Aplikasi Penggunaan di Pelabuhan Indonesia
Bollard Tipe Bitt sangat cocok untuk aplikasi di mana
kemudahan dan fleksibilitas sudut tambat adalah prioritas utama:
- Dermaga Umum (General Cargo): Digunakan secara
luas di dermaga kargo umum yang melayani kapal dengan ukuran dan jenis
muatan yang bervariasi.
- Dermaga Jetty atau Pipa (Oil & Gas):
Sering digunakan di jetty atau terminal minyak dan gas karena
kemampuannya menahan tarikan dari berbagai sudut saat kapal tanker sedang
berlabuh di tengah perairan.
- Dermaga Penumpang dan Cruise: Kapal penumpang
atau kapal pesiar yang sandar membutuhkan proses penambatan yang cepat dan
aman. Desain Bitt memudahkan
kru dalam mengelola tali.
- Area Sudut dan Transisi Dermaga: Ideal
dipasang pada sudut dermaga di mana tali tambat mungkin ditarik pada sudut
yang tidak ortogonal (tidak tegak lurus atau sejajar dengan dermaga).
- Perbaikan dan Penggantian Cepat: Karena
desainnya yang relatif sederhana dan fondasi yang kompak, Bitt sering dipilih untuk proyek
penggantian atau pembaruan bollard di dermaga yang sudah ada.
Penggunaan Bollard Tipe Bitt dengan Berbagai Kapasitas Muatan Berdasarkan Spesifikasi Bollard Dermaga tipe Bitt :
- Kapasitas 5 Ton: Bollard tipe Bitt dengan
kapasitas 5 ton cocok untuk kapal kecil atau kapal-kapal dengan muatan
ringan. Meskipun kapasitasnya relatif kecil, tiang sandar ini masih dapat
memberikan keamanan yang memadai untuk kapal dalam kondisi normal atau
dalam cuaca cerah.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 5 Ton |
- Kapasitas 10 Ton: Bollard tipe Bitt dengan
kapasitas 10 ton lebih tangguh dan mampu menahan kapal dengan muatan
sedang. Mereka sering digunakan untuk kapal-kapal komersial kecil dan
kapal angkut barang ringan.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 10 Ton |
- Kapasitas 15 Ton: Untuk kapal-kapal dengan
muatan sedang hingga berat, bollard tipe Bitt dengan kapasitas 25 ton
menjadi pilihan yang lebih baik. Mereka dapat memberikan keamanan yang
cukup saat kapal terkena beban atau gaya eksternal yang lebih besar.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 15 Ton |
- Kapasitas 35 Ton: Bollard tipe Bitt dengan
kapasitas 35 ton cocok untuk kapal-kapal yang memiliki muatan berat atau
berkapasitas tinggi. Mereka memberikan keamanan yang lebih tinggi dan
dapat menahan gaya tarik yang signifikan.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 35 Ton |
- Kapasitas 50 Ton: Bollard tipe Bitt dengan
kapasitas 50 ton mampu menahan kapal-kapal besar dengan muatan berat.
Mereka umumnya digunakan pada pelabuhan besar dan dermaga yang sering
menerima kapal-kapal pengangkut kargo berat.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 50 Ton |
- Kapasitas 70 Ton: Kapasitas bollard tipe Bitt
yang mencapai 70 ton sangat berguna untuk kapal-kapal tanker atau
kapal-kapal besar dengan muatan yang sangat berat. Mereka memberikan
keamanan tambahan dan kemampuan menahan beban yang signifikan.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 70 Ton |
- Kapasitas 120 Ton: Bollard tipe Bitt dengan
kapasitas 120 ton dapat menangani kapal-kapal besar seperti kapal
penumpang atau kapal kargo raksasa dengan muatan berat. Mereka digunakan
di pelabuhan yang melayani kapal-kapal kelas dunia.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 120 Ton |
- Kapasitas 150 Ton: Bollard tipe Bitt dengan
kapasitas 150 ton adalah opsi ideal untuk kapal-kapal besar seperti kapal
kargo dan kapal-kapal tanker dengan muatan berat. Mereka menawarkan
keamanan dan keandalan yang tinggi dalam mengamankan kapal dengan muatan
maksimum.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 150 Ton |
- Kapasitas 200 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 200 ton mampu menangani kapal-kapal super tanker atau kapal-kapal besar lainnya dengan muatan berat yang sangat signifikan. Mereka umumnya digunakan di pelabuhan yang melayani kapal-kapal dengan tonase tinggi.
![]() |
| Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 200 Ton |
Investasi pada Keamanan dan Efisiensi Logistik
Bollard Bitt adalah simbol dari ketangguhan dan keamanan operasional di pelabuhan. Di Indonesia, di mana sektor maritim adalah tulang punggung perekonomian, investasi pada Bollard Bitt berkualitas tinggi adalah keputusan strategis yang melindungi aset berharga: kapal, kargo, dan struktur dermaga itu sendiri.
Dengan memilih Bollard Bitt dari MPM Perkasa, Anda mendapatkan jaminan: desain yang optimal untuk daya tampung ganda, material baja cor dengan load rating akurat hingga 200 Ton, dan ketahanan korosi yang tak tertandingi di lingkungan laut.
Jangan pertaruhkan keselamatan kapal Anda pada bollard dengan kualitas meragukan. Percayakan keamanan penambatan di pelabuhan Anda kepada MPM Perkasa. Hubungi tim kami hari ini untuk konsultasi teknis mendalam dan penawaran terbaik untuk Bollard Bitt yang dirancang untuk kekuatan abadi.
Tidak hanya itu, MPM Perkasa juga menawarkan layanan lengkap mulai dari konsultasi hingga perawatan, memastikan kepuasan pelanggan dalam setiap aspek.
Keunggulan produk MPM Perkasa tidak hanya terletak pada kualitas material dan desain, tetapi juga pada layanan lengkap yang mencakup konsultasi, pemasangan, dan perawatan. Dengan memilih Produk dari MPM Perkasa, Anda berinvestasi dalam perlindungan jangka panjang untuk dermaga Anda.
![]() |
| Bollard Bitt |
Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada kepuasan pelanggan, MPM Perkasa menyediakan layanan pengiriman Bollard Bitt ke seluruh pelosok Indonesia, mencakup pelabuhan besar maupun kecil di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Dengan pengemasan aman menggunakan material pelindung, kami memastikan produk tiba dalam kondisi sempurna. Kami bekerja sama dengan jasa ekspedisi terpercaya yang berpengalaman menangani barang berat dan berukuran besar, sehingga pengiriman dilakukan secara aman dan efisien. Didukung jaringan distribusi yang luas, waktu pengiriman dijamin cepat sesuai jadwal operasional pelanggan. Selain itu, pelanggan dapat memantau status pengiriman secara real-time untuk memastikan produk sampai di lokasi dengan aman.
Investasikan pada keamanan dan efisiensi dengan memilih Bollard Bitt dari MPM Perkasa!
Produk yang kami tawarkan mulai dari rubber fender, rubber fender v, rubber fender d, rubber fender m, rubber fender cell, rubber fender cone, rubber fender cylinder, rubber fender square, frontal frame fender, bollard dermaga, bitt bollard dermaga, curve bollard dermaga, tee bollard dermaga, expantion joint(karet dilatasi) hingga anchor bolt galvanis.
Semua produk kami memiliki reputasi baik yang terbukti luas dalam menghasilkan produk dengan material karet berkualitas serta layak uji.
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen.
Informasi dan permintaan penawaran harga terbaik hubungi kami :
Call & WA : 082245923265
-Fajar Achmadi-

















