Bollard Bitt

Bollard Bitt

Bollard tipe Bitt

Mengapa Memilih Harus Bitt Bollard??

Bollard adalah titik koneksi terakhir yang secara harfiah menjamin keamanan kapal dan aset triliunan rupiah. Jika Bollard Tipe Tee unggul dalam menahan beban mutlak, Bollard Tipe Bitt mendominasi dalam hal fleksibilitas penanganan tali. Dalam konteks supply chain modern, di mana efisiensi waktu sandar-lepas (turnaround time) sangat penting, kemampuan untuk mengelola beberapa tali secara independen sangat krusial. Peran Bitt Bollard adalah memfasilitasi mooring yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman, mengurangi risiko kesalahan operasional yang disebabkan oleh tali yang saling tumpang tindih.

FAQ Bollard Bitt

  • Bagaimana cara menentukan kapasitas Bollard Bitt yang tepatMengacu pada ukuran kapal, gaya tarik maksimum mooring line, dan kondisi lingkungan (angin, arus, gelombang). Biasanya dihitung dalam desain mooring
  • Bagaimana cara pemasangan Bollard Bitt di dermaga?Dipakukan pada pelat dasar atau fondasi beton dengan menggunakan anchor bolt berkapasitas tinggi. Pemasangan harus mengikuti gambar teknik dan spesifikasi pabrik
  • Bagaimana cara menentukan kapasitas Bollard Bitt yang tepat? Mengacu pada ukuran kapal, gaya tarik maksimum mooring line, dan kondisi lingkungan (angin, arus, gelombang). Biasanya dihitung dalam desain mooring
  • Dari material apa Bollard Bitt dibuat? Biasanya terbuat dari cor baja (cast steel) atau cor besi (ductile cast iron) yang memiliki kekuatan tarik tinggi dan ketahanan terhadap korosi laut
  • Apakah ada risiko kecelakaan akibat penggunaan Bollard Bitt yang salah? Ya. Kesalahan lilitan tali, melebihi kapasitas SWL, atau kondisi bollard rusak dapat menyebabkan tali putus, lemparan balik (snap-back), hingga kegagalan struktur.

Apa itu Bollard Bitt??

Bitt Bollard (sering juga dikenal sebagai Pillar Bollard) didefinisikan sebagai perangkat infrastruktur maritim tipe post-mooring yang memiliki konstruksi kolom vertikal tunggal yang berdiri di atas pelat dasar yang kompak. Berbeda secara fundamental dengan Bitt yang mengutamakan manajemen tali ganda, desain  Bitt Bollard diprioritaskan sebagai titik penambatan terpusat yang menawarkan efisiensi ruang (footprint) yang optimal di dermaga sempit dan memudahkan penanganan tali. Profilnya yang ramping dan sederhana menjadikannya pilihan utama ketika tampilan estetika dan minimalis, serta efisiensi ruang, sangat diperlukan.

Secara teknis, bollard ini berfungsi sebagai titik transfer beban yang dirancang untuk menerima dan menyalurkan semua gaya tarik horizontal (tensile force) dan gaya geser (shear force) dari kapal ke dalam struktur beton dermaga melalui serangkaian baut angkur (anchor bolts). Untuk memastikan tali tidak lepas, bagian kepala  Bitt (yang sering melengkung) didesain spesifik untuk menciptakan mekanisme "penguncian" yang mencegah mata tali meluncur ke atas (vertical slippage) saat terjadi perubahan sudut tali yang curam. Seluruh komponennya dibuat dari logam cor berkekuatan tinggi seperti Baja Cor (Cast Steel) atau Besi Cor Nodular untuk menjamin ketahanan terhadap beban kejut dan korosi lingkungan laut yang ekstrem.


TDS Bollard Bitt

Material Konstruksi

Kualitas material sangat menentukan umur layanan dan daya tahan bollard. MPM Perkasa sangat menekankan penggunaan:

  • Ideal: Baja Cor (Cast Steel) ASTM A27 Grade 65-35 untuk kapasitas heavy duty (di atas 100 Ton). Baja Cor dipilih karena kekuatan tarik (tensile strength) dan ketahanan retak (fracture resistance) yang superior.
  • Opsi Material lain: Besi Cor Nodular (Ductile Cast Iron) untuk kapasitas menengah, menawarkan keseimbangan baik antara biaya, kekuatan, dan ketahanan korosi.
  • Kapasitas Beban (Load Rating): Bollard Bitt dari MPM Perkasa umumnya diproduksi dalam rentang 5 Ton hingga 200 Ton, dan dapat disesuaikan sesuai permintaan spesifik dermaga.

Kriteria dan Panduan Pemilihan Bollard  Bitt (Curve/Pillar) Sesuai Aplikasi Pelabuhan

Bitt Bollard adalah pilihan yang menawarkan efisiensi ruang, kemudahan penanganan, dan nilai estetika yang baik, menjadikannya spesialis untuk terminal yang mengutamakan kecepatan dan tampilan. Namun, ia memiliki batasan beban yang ketat.

Panduan ini akan membantu engineer dan pengelola pelabuhan menentukan kapan desain ramping  Bitt merupakan pilihan yang optimal dan aman.

Kriteria Utama Pemilihan  Bitt Bollard

Pemilihan  Bitt harus didasarkan pada empat pertimbangan utama yang menunjukkan batas operasionalnya:

1. Batas Kapasitas Beban (Load Rating Ceiling)

  • Kriteria: Kebutuhan Load Rating di dermaga (maksimum 200 Ton untuk material Cast Steel premium).
  • Implikasi: Jika perhitungan gaya tambat dari Design Vessel Anda (kapal terbesar yang dilayani) melebihi batas ini, tipe Tee Bollard harus segera dipertimbangkan sebagai pengganti.

2. Kebutuhan Jumlah Tali dan Separasi

  • Kriteria: Dermaga tidak membutuhkan penambatan banyak tali (cukup 1 atau 2 tali), dan tidak ada kebutuhan kritis untuk memisahkan tali (independent mooring line separation).
  • Implikasi: Karena  Bitt hanya memiliki satu kolom, ia tidak efektif untuk terminal serba guna (multi-purpose) yang sibuk; ia sangat rentan terhadap masalah line burying (tali tertumpuk).

3. Batasan Lingkungan (Pasang Surut Rendah)

  • Kriteria: Dermaga berlokasi di perairan dengan variasi pasang surut yang relatif rendah atau kapal yang disandarkan tidak memiliki perubahan draft (ketinggian) yang ekstrem.
  • Implikasi: Jika pasang surut tinggi, sudut tali akan menjadi curam (steep angle), dan  Bitt kurang aman dalam menahan tali agar tidak lepas dibandingkan Tee Bollard yang memiliki kepala pengunci.

4. Prioritas Estetika dan Ruang

  • Kriteria: Prioritas desain adalah memaksimalkan ruang kerja (minimal footprint) di dermaga dan/atau menjaga tampilan yang bersih dan modern.
  • Implikasi: Desain ramping  Bitt sangat ideal untuk memenuhi tuntutan ruang dan visual ini.


Keunggulan Aplikasi  Bitt Berdasarkan Fungsi

Ketika kriteria di atas terpenuhi,  Bitt Bollard memberikan manfaat fungsional yang unik:

1. Efisiensi Ruang yang Maksimal

  • Memiliki jejak tapak (footprint) paling kecil di antara semua tipe bollard (Tee, Bitt, Curve). Ini ideal untuk jetty atau pier yang sempit di mana setiap sentimeter ruang sangat berharga.

2. Mempercepat Turnaround Time

  • Bentuknya yang ramping dan profil melengkung mempermudah petugas darat untuk melempar, melilitkan, dan melepaskan tali tambat dengan cepat, sangat penting untuk operasional yang membutuhkan kecepatan seperti terminal feri.

3. Mengurangi Keausan Tali (Line Chafing)

  • Permukaan yang halus dan tanpa sudut tajam pada desain Curve Bollard meminimalkan gesekan antara tali dan bollard, secara signifikan memperpanjang umur layanan tali tambat kapal.

4. Pilihan Material yang Fleksibel

  • Karena Load Rating yang relatif rendah,  Bitt dapat diproduksi menggunakan Besi Cor Nodular (Ductile Iron) yang lebih efisien biaya, namun tetap kuat dan tahan korosi, dibandingkan keharusan menggunakan Baja Cor (Cast Steel) pada tipe Tee berkapasitas tinggi.


Kelemahan dari Bollard Bitt

Meskipun Bitt Bollard (Pillar Bollard) unggul dalam hal fleksibilitas arah (360 derajat) dan hemat tempat, tipe ini memiliki beberapa kelemahan signifikan dibandingkan tipe lain (seperti Tee Head, Staghorn, atau Double Bitt), terutama dalam kondisi operasional tertentu.

Berikut adalah kelemahan-kelemahan utamanya:

1. Risiko "Slipping" pada Sudut Curam (Steep Angles)

Ini adalah kelemahan paling krusial.

  • Masalah: Jika dermaga rendah dan kapal sedang kosong (posisi dek tinggi) atau saat air pasang tinggi, tali tambat akan membentuk sudut vertikal yang curam ke atas.
  • Akibat: Karena kepala Bollard Bitt biasanya hanya melebar sedikit (seperti jamur) dan tidak memiliki "tanduk" yang menukik ke bawah atau ke atas secara ekstrem (seperti Staghorn), tali lebih mudah tergelincir lepas (slip off) ke atas melewati kepala bollard.
  • Perbandingan: Tipe Staghorn atau Tee Head jauh lebih aman untuk kondisi pasang surut ekstrem karena bentuk kepalanya mengunci tali.

2. Keterbatasan dalam Mengunci Tali (Figure-of-Eight)

  • Masalah: Pada Bollard Bitt, tali hanya dililitkan secara memutar (circular wrapping) mengelilingi pilar.
  • Akibat: Anda tidak bisa melakukan lilitan "angka delapan" (figure-of-eight) yang sempurna seperti pada Double Bitt Bollard. Lilitan angka delapan sangat penting untuk menciptakan gesekan maksimal yang "mengunci" tali agar tidak melorot atau kendur saat kapal tertarik arus kuat. Tanpa kuncian ini, tali lebih berisiko kendur sendiri.

3. Masalah "Tali Tertumpuk" (Line Crowding)

  • Masalah: Jika satu bollard digunakan untuk menambat lebih dari satu tali (misalnya dari dua kapal berbeda atau dua tali dari kapal yang sama), tali-tali tersebut akan menumpuk secara vertikal di satu pilar.
  • Akibat (Bahaya Operasional): Tali yang dipasang pertama akan berada di paling bawah (buried). Jika kapal pemilik tali bawah perlu segera berangkat (atau dalam keadaan darurat), kru dermaga harus melepas tali bagian atas terlebih dahulu. Ini sangat tidak efisien dan berbahaya dalam situasi darurat.
  • Perbandingan: Pada Double Bitt atau Tee Head yang lebar, tali bisa dipasang berdampingan, sehingga masing-masing bisa dilepas secara independen.

4. Kapasitas Lilitan Terbatas

  • Masalah: Tinggi leher (kolom) Bollard Bitt terbatas.
  • Akibat: Jika menggunakan tali tambat berdiameter besar (untuk kapal besar) atau tali baja (wire rope), pilar mungkin cepat penuh hanya dengan sedikit lilitan. Jika lilitan kurang, gaya gesek berkurang, dan beban pada simpul tali menjadi terlalu besar.

5. Kurang Cocok untuk Mooring Line Baja (Wire Rope)

  • Masalah: Diameter kolom Bollard Bitt (terutama yang kapasitas kecil) kadang terlalu kecil untuk bending radius (radius tekukan) tali baja.
  • Akibat: Memaksa tali baja menekuk pada pilar yang kecil dapat merusak struktur kawat baja tersebut dan mengurangi umur pakainya.

Peringatan Kritis: Kapan Harus Beralih ke Tipe Lain

Keselamatan adalah prioritas. Jangan pernah menggunakan  Bitt Bollard jika kriteria berikut berlaku:

  • Variasi Pasang Surut Tinggi/Ekstrem: Risiko tali lepas (slippage) saat sudut curam tinggi. Ganti dengan Tee Bollard.
  • Kebutuhan Tali Ganda yang Independen: Jika Anda memerlukan mooring line separation, ganti dengan Bitt Bollard.


Definisi dan Pengukuran Bollard Pull (Bollard Pulling Force)

Bollard Pull adalah metrik fundamental dalam industri maritim dan rekayasa pelabuhan. Istilah ini tidak hanya merujuk pada kekuatan kapal tunda (tugboat) tetapi juga, dalam konteks dermaga, merujuk pada kekuatan maksimum yang dapat ditahan oleh titik tambat itu sendiri.

Definisi Teknis Bollard Pull

Bollard Pull adalah maximum horizontal pulling force yang dapat ditarik oleh suatu kapal (atau diuji oleh alat penarik) terhadap bollard, di mana bollard dan sistem fondasinya mampu menahan gaya tersebut tanpa menggerakkan kapal atau mengalami kerusakan permanen (yielding).

Dalam konteks desain dermaga, Bollard Pull yang tertera pada spesifikasi produk (Load Rating) adalah kapasitas maksimum yang dijamin oleh produsen dan harus diverifikasi oleh engineer melalui perhitungan gaya sandar kapal terbesar (Design Vessel).

Inti dari pengukuran ini adalah memastikan bahwa bollard dan sistem angkurnya (fondasi) berfungsi sebagai satu kesatuan yang kuat untuk menahan gaya yang timbul akibat faktor alam (angin, arus, gelombang) dan gaya sandar kapal.

Satuan Pengukuran dan Persamaan Konversi

Dalam industri maritim, Bollard Pull diukur dalam dua satuan utama, yang penting untuk dikonversi secara akurat dalam perhitungan rekayasa:

  • Ton-Force (tf): Satuan yang paling umum digunakan dalam kontrak dan spesifikasi teknis pelabuhan di banyak negara. Ini adalah satuan gravitasi yang mewakili massa 1 ton di bawah percepatan gravitasi standar.
  • Kilonewton (kN): Satuan Sistem Internasional (SI) untuk gaya. Ini adalah satuan yang digunakan dalam perhitungan fisika dan finite element analysis (FEA) yang lebih presisi.

Persamaan Konversi:

Terminologi Kunci dan Hubungan Matematis Beban Bollard

Dalam siklus desain dan verifikasi bollard, terdapat empat terminologi beban yang mendefinisikan batas keamanan dan prosedur pengujian:

1. Design Pull Force (DPF) / Gaya Tarik Desain

Definisi: Merupakan gaya tarik horizontal maksimum yang dipertimbangkan oleh engineer. Gaya ini adalah hasil perhitungan analisis terburuk (misalnya, angin ekstrem, arus, dan gelombang) yang dialami oleh kapal terbesar (Design Vessel). Ini adalah nilai nominal yang menjadi dasar untuk semua pengujian dan spesifikasi.

2. Working Load (WL) / Beban Kerja

Definisi: Beban maksimal yang diizinkan saat operasi penambatan normal sehari-hari. Working Load (WL) harus selalu lebih rendah atau sama dengan Design Pull Force (DPF)

WL<DPF

3. Proof Load (PL) / Beban Uji

Definisi: Beban statis yang diaplikasikan pada bollard selama pengujian kualitas atau sertifikasi. Tujuannya adalah memverifikasi integritas material tanpa mencapai titik luluh.

Hubungan Matematis: Proof Load umumnya ditetapkan sebesar 1.5 kali dari Design Pull Force(DPF):

PL = 1.5 X DPF

4. Ultimate Capacity (UC) / Kapasitas Maksimum Absolut

Definisi: Beban di mana material bollard mencapai titik luluh (yield point) atau kegagalan struktural total (failure point). Ini adalah batas kekuatan material sesungguhnya.

Hubungan Matematis: Ultimate Capacity harus jauh lebih besar daripada Design Pull Force dan diatur oleh Faktor Keamanan (SF)(biasanya S{F} = 2.0 hingga 3.0):

UC > SF x DPF

Dengan demikian, aliran beban dalam desain bollard adalah bertingkat, menjamin margin keamanan yang memadai:

WORKING LOAD < DESIGN PULL FORCE < PROOF LOAD < ULTIMATE CAPACITY

Ringkasan Aliran Beban

Terminologi

Keterangan Singkat

Kapan Digunakan?

Design Pull Force

Kebutuhan gaya yang dihitung oleh engineer.

Tahap Desain & Spesifikasi

Working Load

Batas gaya yang diizinkan selama operasi harian.

Operasi Normal

Proof Load

Gaya yang diaplikasikan untuk pengujian material (misalnya 1.5×).

Uji Kualitas (QC/QA)

Ultimate Capacity

Titik di mana material secara fisik gagal/patah.

Batas Teoritis

Memahami hubungan dan perbedaan antara terminologi ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan umur layanan Bollard Pelabuhan yang optimal.


Bollard Bitt


Aplikasi Penggunaan di Pelabuhan Indonesia

Bollard Tipe  Bitt sangat cocok untuk aplikasi di mana kemudahan dan fleksibilitas sudut tambat adalah prioritas utama:

  1. Dermaga Umum (General Cargo): Digunakan secara luas di dermaga kargo umum yang melayani kapal dengan ukuran dan jenis muatan yang bervariasi.
  2. Dermaga Jetty atau Pipa (Oil & Gas): Sering digunakan di jetty atau terminal minyak dan gas karena kemampuannya menahan tarikan dari berbagai sudut saat kapal tanker sedang berlabuh di tengah perairan.
  3. Dermaga Penumpang dan Cruise: Kapal penumpang atau kapal pesiar yang sandar membutuhkan proses penambatan yang cepat dan aman. Desain  Bitt memudahkan kru dalam mengelola tali.
  4. Area Sudut dan Transisi Dermaga: Ideal dipasang pada sudut dermaga di mana tali tambat mungkin ditarik pada sudut yang tidak ortogonal (tidak tegak lurus atau sejajar dengan dermaga).
  5. Perbaikan dan Penggantian Cepat: Karena desainnya yang relatif sederhana dan fondasi yang kompak,  Bitt sering dipilih untuk proyek penggantian atau pembaruan bollard di dermaga yang sudah ada.



Penggunaan Bollard Tipe Bitt dengan Berbagai Kapasitas Muatan Berdasarkan Spesifikasi Bollard Dermaga tipe Bitt :

  • Kapasitas 5 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 5 ton cocok untuk kapal kecil atau kapal-kapal dengan muatan ringan. Meskipun kapasitasnya relatif kecil, tiang sandar ini masih dapat memberikan keamanan yang memadai untuk kapal dalam kondisi normal atau dalam cuaca cerah.

 

Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 5 Ton

  • Kapasitas 10 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 10 ton lebih tangguh dan mampu menahan kapal dengan muatan sedang. Mereka sering digunakan untuk kapal-kapal komersial kecil dan kapal angkut barang ringan.


Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 10 Ton

 

  • Kapasitas 15 Ton: Untuk kapal-kapal dengan muatan sedang hingga berat, bollard tipe Bitt dengan kapasitas 25 ton menjadi pilihan yang lebih baik. Mereka dapat memberikan keamanan yang cukup saat kapal terkena beban atau gaya eksternal yang lebih besar.


Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 15 Ton

 

  • Kapasitas 35 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 35 ton cocok untuk kapal-kapal yang memiliki muatan berat atau berkapasitas tinggi. Mereka memberikan keamanan yang lebih tinggi dan dapat menahan gaya tarik yang signifikan.

 

Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 35 Ton

  • Kapasitas 50 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 50 ton mampu menahan kapal-kapal besar dengan muatan berat. Mereka umumnya digunakan pada pelabuhan besar dan dermaga yang sering menerima kapal-kapal pengangkut kargo berat.


Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 50 Ton

  • Kapasitas 70 Ton: Kapasitas bollard tipe Bitt yang mencapai 70 ton sangat berguna untuk kapal-kapal tanker atau kapal-kapal besar dengan muatan yang sangat berat. Mereka memberikan keamanan tambahan dan kemampuan menahan beban yang signifikan.

 

Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 70 Ton

  • Kapasitas 120 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 120 ton dapat menangani kapal-kapal besar seperti kapal penumpang atau kapal kargo raksasa dengan muatan berat. Mereka digunakan di pelabuhan yang melayani kapal-kapal kelas dunia.

 

Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 120 Ton

  • Kapasitas 150 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 150 ton adalah opsi ideal untuk kapal-kapal besar seperti kapal kargo dan kapal-kapal tanker dengan muatan berat. Mereka menawarkan keamanan dan keandalan yang tinggi dalam mengamankan kapal dengan muatan maksimum.

 

Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 150 Ton

  • Kapasitas 200 Ton: Bollard tipe Bitt dengan kapasitas 200 ton mampu menangani kapal-kapal super tanker atau kapal-kapal besar lainnya dengan muatan berat yang sangat signifikan. Mereka umumnya digunakan di pelabuhan yang melayani kapal-kapal dengan tonase tinggi.

Gambar Spesifikasi Bollard Bitt Kapasitas 200 Ton

Investasi pada Keamanan dan Efisiensi Logistik

Bollard Bitt adalah simbol dari ketangguhan dan keamanan operasional di pelabuhan. Di Indonesia, di mana sektor maritim adalah tulang punggung perekonomian, investasi pada Bollard Bitt berkualitas tinggi adalah keputusan strategis yang melindungi aset berharga: kapal, kargo, dan struktur dermaga itu sendiri.

Dengan memilih Bollard Bitt dari MPM Perkasa, Anda mendapatkan jaminan: desain yang optimal untuk daya tampung ganda, material baja cor dengan load rating akurat hingga 200 Ton, dan ketahanan korosi yang tak tertandingi di lingkungan laut.

Jangan pertaruhkan keselamatan kapal Anda pada bollard dengan kualitas meragukan. Percayakan keamanan penambatan di pelabuhan Anda kepada MPM Perkasa. Hubungi tim kami hari ini untuk konsultasi teknis mendalam dan penawaran terbaik untuk Bollard Bitt yang dirancang untuk kekuatan abadi.

Tidak hanya itu, MPM Perkasa juga menawarkan layanan lengkap mulai dari konsultasi hingga perawatan, memastikan kepuasan pelanggan dalam setiap aspek.

Keunggulan produk MPM Perkasa tidak hanya terletak pada kualitas material dan desain, tetapi juga pada layanan lengkap yang mencakup konsultasi, pemasangan, dan perawatan. Dengan memilih Produk dari MPM Perkasa, Anda berinvestasi dalam perlindungan jangka panjang untuk dermaga Anda.


Bollard Bitt


Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada kepuasan pelanggan, MPM Perkasa menyediakan layanan pengiriman Bollard Bitt ke seluruh pelosok Indonesia, mencakup pelabuhan besar maupun kecil di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Dengan pengemasan aman menggunakan material pelindung, kami memastikan produk tiba dalam kondisi sempurna. Kami bekerja sama dengan jasa ekspedisi terpercaya yang berpengalaman menangani barang berat dan berukuran besar, sehingga pengiriman dilakukan secara aman dan efisien. Didukung jaringan distribusi yang luas, waktu pengiriman dijamin cepat sesuai jadwal operasional pelanggan. Selain itu, pelanggan dapat memantau status pengiriman secara real-time untuk memastikan produk sampai di lokasi dengan aman.

Investasikan pada keamanan dan efisiensi dengan memilih Bollard Bitt dari MPM Perkasa!

Produk yang kami tawarkan mulai dari rubber fenderrubber fender vrubber fender drubber fender mrubber fender cellrubber fender conerubber fender cylinderrubber fender squarefrontal frame fenderbollard dermaga, bitt bollard dermagacurve bollard dermagatee bollard dermagaexpantion joint(karet dilatasi) hingga anchor bolt galvanis.

Semua produk kami memiliki reputasi baik yang terbukti luas dalam menghasilkan produk dengan material karet berkualitas serta layak uji.

Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen.

Informasi dan permintaan penawaran harga terbaik hubungi kami :

Call & WA : 082245923265 


-Fajar Achmadi-






 

 

 

 

 

Blog Post

Related Post

Cari Artikel