![]() |
| Rubber Fender V |
Rubber Fender V Solusi Perlindungan Dermaga
Dermaga tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersandar
kapal, tetapi juga sebagai infrastruktur yang membutuhkan ketahanan tinggi.
Dalam aktivitas sandar dan tambat benturan antara lambung kapal dengan dinding
dermaga bisa terjadi, yang dapat mengakibatkan kerusakan infrastruktur, dan
menghambat operasi dalam Dermaga atau Pelabuhan tersebut.
Disinilah peran Rubber Fender V memegang peran vital
tersebut, fender ini berfungsi sebagai peredam untuk menyerap energi kinetik
dari sebuah kapal, agar dapat mencegah kerusakan pada lambung kapal dan dinding
dermaga akibat benturan.
Apa itu Rubber Fender V?
Rubber Fender V merupakan fender yang memiliki profil
berbentuk huruf V, fender ini dipasang secara horizontal atau vertikal ke
dinding dermaga. Desain yang sederhana namun cerdas ini memungkinkan kompresi
yang efektif dan penyerapan energi yang optimal.
Fender ini terbuat dari senyawa karet elastomer berkualitas
tinggi yang diformulasikan agar tahan terhadap kondisi lingkungan laut yang
keras, termasuk paparan sinar UV, ozon, dan air asin. Karakteristik utama yang
menonjol adalah kemampuannya untuk menawarkan Penyerapan Energi (Energy
Absorption) yang tinggi relatif terhadap Gaya Reaksi (Reaction Force) yang
dihasilkannya. Desain profil 'V' yang sederhana membuatnya sangat efektif dalam
memanfaatkan kompresi karet, menghasilkan rasio performa-ke-biaya yang optimal.
Fender ini sangat populer karena pemasangannya yang relatif
mudah menggunakan anchor bolt tunggal atau ganda, serta keserbagunaannya yang
ideal untuk dermaga umum dan pelabuhan yang melayani kapal berukuran kecil
hingga menengah. Seringkali, fender ini dilengkapi dengan Fender Panel
(UHMW-PE) di bagian depannya untuk mengurangi gesekan.
![]() |
| Rubber Fender V |
Keunggulan Utama Rubber Fender V
Keunggulan utama dari Rubber Fender V terletak pada
kombinasi efisiensi teknis dan kepraktisan operasional. Fender ini dirancang
secara spesifik untuk memberikan rasio penyerapan energi terhadap gaya reaksi
yang superior dibandingkan dengan desain fender karet lainnya. Bentuk busurnya
memaksimalkan kompresi volume karet, memungkinkan fender untuk menyerap energi
kinetik benturan kapal dengan jumlah karet yang minimal, sehingga menjadikannya
solusi yang sangat efisien dan ekonomis.
Secara operasional, Fender ini sangat dihargai karena
kemudahan instalasi dan pemeliharaannya; struktur dasarnya yang ringkas hanya
memerlukan sedikit baut jangkar (anchor bolt), mempermudah pemasangan awal
maupun penggantian di masa depan. Selain itu, material karet berkualitas tinggi
yang digunakan menawarkan daya tahan dan ketahanan yang luar biasa terhadap
abrasi, degradasi UV, dan kondisi air laut, menjamin umur pakai yang panjang
dan performa yang konsisten. Dengan kemampuan untuk bekerja optimal bahkan di
bawah kompresi tinggi, Fender ini menjadi pilihan andal yang melindungi
integritas struktural dermaga dan lambung kapal secara efektif.
![]() |
| 3D Rubber Fender V |
Komponen Utama Rubber Fender V
Rubber Fender V tersusun dari beberapa komponen kunci yang
bekerja sama untuk memastikan performa perlindungan dermaga yang optimal dan
pemasangan yang kokoh:
1. Badan Karet (Rubber Body/Arch Section):
Ini adalah inti dari fender, yang berbentuk busur atau huruf
'V'. Fungsi utamanya adalah menyerap dan mendistribusikan energi benturan.
Badan karet ini terbuat dari senyawa elastomer (karet alam atau sintetis) yang
diformulasikan untuk memiliki sifat elastisitas tinggi dan ketahanan luar biasa
terhadap ozon, sinar UV, dan lingkungan air laut yang korosif. Kekuatan dan
kualitas material karet ini menentukan kemampuan fender dalam menghadapi
defleksi berulang kali.
2. Pelat Baja/Plat Belakang (Steel Mounting Plate):
Pelat ini diletakkan di bagian belakang (sisi yang menempel
pada dermaga) badan karet. Pelat berfungsi sebagai antarmuka yang kuat,
mendistribusikan beban dari fender ke struktur dermaga dan menyediakan titik
koneksi yang aman untuk baut jangkar. Biasanya, pelat ini dilapisi (galvanized)
atau dicat untuk mencegah korosi.
3. Baut Jangkar (Anchor Bolts):
Baut ini berfungsi untuk mengamankan dan menahan fender ke
dinding dermaga atau pondasi. Karena Fender ini menangani beban geser dan
kompresi yang signifikan, baut yang digunakan harus kuat (seringkali terbuat
dari baja galvanis atau stainless steel). Jumlah dan ukuran baut akan
bervariasi tergantung pada ukuran (tinggi) fender.
4. Panel UHMW-PE (Ultra High Molecular Weight Polyethylene Panel) - Opsional/Pelengkap:
Meskipun bukan bagian dari badan karet itu sendiri, panel
ini sering dipasang di bagian depan Fender. Fungsinya adalah sebagai permukaan
gesek yang sangat rendah, mengurangi gaya gesekan antara lambung kapal dan
fender. Panel ini mencegah kerusakan pada lambung kapal dan meminimalkan
keausan dini pada karet fender, sehingga meningkatkan umur pakai keseluruhan
sistem.
Kombinasi dari komponen-komponen ini memastikan sistem Rubber Fender berfungsi sebagai unit peredam kejut yang stabil, efisien, dan tahan lama.
Material Pembuatan Rubber Fender V
Material utama yang menentukan performa dan durabilitas dari
Rubber Fender V adalah senyawa karet elastomer yang digunakan. Pemilihan
material sangat krusial karena fender harus mampu menahan beban mekanis
berulang (kompresi) serta kondisi lingkungan laut yang keras.
1. Senyawa Karet Elastomer (Rubber Compound)
Fender ini umumnya menggunakan beberapa jenis karet, yang
paling umum adalah:
- Karet Alam (Natural Rubber - NR): Menyediakan elastisitas dan ketahanan sobek yang sangat baik. Karet alam sering menjadi pilihan untuk aplikasi yang membutuhkan penyerapan energi tinggi dan daya tahan terhadap benturan dinamis.
- Styrene Butadiene Rubber (SBR): SBR sering dicampur atau digunakan sebagai alternatif untuk aplikasi yang membutuhkan keseimbangan baik antara biaya dan performa. SBR menawarkan ketahanan abrasi yang baik.
- Neoprene (Polychloroprene): Kadang digunakan untuk formulasi yang membutuhkan ketahanan yang lebih tinggi terhadap minyak dan api, meskipun kurang umum untuk Fender standar.
Komponen karet ini diperkuat dengan aditif seperti karbon
hitam untuk meningkatkan ketahanan terhadap UV dan abrasi, serta berbagai bahan
kimia dan akselerator vulkanisasi untuk mencapai sifat mekanik yang diinginkan
(kekerasan, modulus elastisitas, dan deformasi permanen rendah).
2. Komponen Pendukung
- Baja Karbon (atau Baja Tahan Karat): Digunakan untuk pelat belakang pemasangan dan baut jangkar. Material ini harus dilapisi (galvanisasi panas/hot-dip galvanized) untuk mencegah korosi dari air laut.
- UHMW-PE (Ultra High Molecular Weight Polyethylene): Digunakan untuk panel depan fender. Material ini dipilih karena koefisien geseknya yang sangat rendah, ketahanan abrasi yang tinggi, dan kemampuan untuk menahan benturan tanpa retak.
Pemilihan formulasi karet yang tepat memastikan Rubber
Fender V dapat beroperasi secara efektif pada persentase defleksi yang tinggi
(sekitar 50-55%) selama masa layanannya yang panjang.
![]() |
| Rubber Fender V |
Analisis Teknis dan Mekanika Kerja Rubber Fender V
Analisis teknis dan mekanika kerja merupakan fondasi utama
dalam pemilihan dan perancangan sistem perlindungan dermaga. Untuk Rubber
Fender V, pemahaman mendalam tentang prinsip kerja, parameter kunci, dan kurva
performa sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan struktural dermaga dan
kapal.
1. Prinsip Kerja dan Mekanika Dasar
Mekanisme kerja Rubber Fender V didasarkan pada prinsip
kompresi karet elastomer yang mengubah energi kinetik benturan kapal menjadi
energi potensial elastis.
A. Konversi Energi
Ketika kapal merapat, energi kinetik (Ek)
yang dibawa oleh kapal (dipengaruhi oleh massa kapal, kecepatan sandar, dan
faktor hidrodinamis) harus diserap oleh fender. Bentuk lengkung 'V' pada fender
dirancang khusus untuk memaksimalkan efek kompresi material karet:
Di mana M adalah massa efektif kapal dan V adalah kecepatan
sandar. Fender ini kemudian menyerap energi ini, dan energi yang diserap oleh
fender disebut Energi Serap (Ea).
B. Mekanisme Kompresi
Saat ditekan, kedua "kaki" pada profil 'V' akan
tertekuk dan badan karet akan memadat. Desain busur ini memungkinkan material
karet bekerja secara efisien di bawah tegangan dan regangan. Mekanisme ini
menghasilkan kinerja yang stabil di seluruh rentang defleksi yang diizinkan,
biasanya mencapai 52,5% hingga 55% dari tinggi nominal fender.
2. Parameter Teknis Kritis
Ketika kapal menekan Rubber Fender V, bentuk 'V' akan
terkompresi. Energi kinetik dari kapal diubah menjadi energi potensial elastis
yang tersimpan dalam karet.
Dua parameter kunci dalam fender adalah:
|
Parameter
Kunci |
Deskripsi |
|
Energi Serap (Ea) |
Jumlah energi
kinetik yang dapat diserap fender tanpa mengalami kerusakan permanen. |
|
Gaya Reaksi (Rf) |
Gaya maksimum
yang ditransfer kembali dari fender ke kapal dan dermaga. |
A. Energi Serap (Ea - Energy Absorption)
Energi Serap didefinisikan sebagai jumlah energi maksimum
yang mampu diserap oleh fender pada persentase defleksi yang diizinkan tanpa mengalami
kerusakan struktural atau deformasi permanen. Ea adalah nilai yang menjadi
acuan utama dalam perhitungan kebutuhan fender. Semakin besar Ea suatu fender,
semakin besar kapal atau kecepatan sandar yang mampu ditanganinya.
B. Gaya Reaksi (Rf - Reaction Force)
Gaya Reaksi adalah gaya maksimum yang ditransfer kembali
dari fender ke lambung kapal dan struktur dermaga saat fender mencapai defleksi
maksimumnya. Penting untuk menjaga Rf serendah mungkin untuk:
- Melindungi Lambung Kapal: Gaya reaksi yang terlalu tinggi dapat merusak struktur lambung kapal.
- Melindungi Struktur Dermaga: Dermaga harus didesain untuk menahan Rf total dari seluruh fender yang terpasang.
Keseimbangan antara Ea Tinggi dan Rf Rendah adalah indikator
utama efisiensi suatu fender, Rubber Fender V dikenal baik dalam mencapai
keseimbangan ini.
3. Kurva Load-Deflection (Gaya-Defleksi)
Kurva Load-Deflection adalah alat analisis grafis terpenting
yang disediakan oleh produsen. Kurva ini menunjukkan hubungan non-linear antara
beban yang diberikan pada fender (Gaya Reaksi, Rf) dan deformasi yang
dihasilkan (Defleksi, D).
A. Interpretasi Kurva
- Zona Awal (Low Deflection): Pada defleksi awal, pertambahan gaya reaksi relatif lambat.
- Zona Kerja (Optimal Deflection): Saat defleksi meningkat, gaya reaksi bertambah secara progresif, menunjukkan peningkatan efisiensi penyerapan energi.
- Batas Kerja (Rated Deflection): Kurva ini berhenti pada titik defleksi nominal (misalnya 52.5%). Pada titik ini, (Ea) dan (Rf) nominal fender diukur dan diverifikasi. Melampaui titik ini meningkatkan risiko overload dan kerusakan permanen.
Area di bawah kurva Load-Deflection (integral gaya terhadap
defleksi) secara matematis merepresentasikan Energi Serap (Ea).
4. Peran Fender Panel (UHMW-PE)
Secara teknis, penggunaan Fender Panel (dari UHMW-PE) yang
dipasang di depan karet fender sangat meningkatkan efektivitas Rubber Fender V.
Panel ini memiliki koefisien gesek yang sangat rendah (sekitar 0.10 hingga
0.20), yang membantu dalam:
- Distribusi Tekanan: Panel mendistribusikan gaya sandar dari lambung kapal ke area yang lebih luas pada badan karet, mencegah titik tekanan tinggi (stress points) lokal.
- Mengurangi Gaya Gesek: Mengurangi hambatan gesek selama gerakan sandar, meminimalkan gaya geser pada fender dan dermaga.
5. Faktor Teknis Lain dalam Pemilihan
Pemilihan ukuran Rubber Fender V (Fender ini biasanya
tersedia dalam berbagai ukuran, misalnya Rubber Fender V 150H – 1000H.)
didasarkan pada analisis mendalam yang mempertimbangkan:
- Ukuran dan Tipe Kapal: Design Ship (DWT, panjang, tinggi lambung).
- Kondisi Lingkungan: Pengaruh arus, gelombang, dan angin.
- Sudut Sandar: Fender ini dapat mengakomodasi sudut sandar kecil (hingga sekitar 10 derajat) dengan sedikit penurunan performa.
Dengan memahami parameter teknis dan kurva kinerja ini, anda
dapat memastikan bahwa Rubber Fender yang dipilih tidak hanya ekonomis, tetapi
juga secara teknis memadai untuk menahan energi maksimum yang mungkin terjadi
di lokasi dermaga tersebut.
![]() |
| Rubber Fender V |
Detail Proses Instalasi Rubber Fender V
Instalasi Rubber Fender V, meskipun secara konsep terlihat
sederhana, memerlukan ketelitian dan kepatuhan pada spesifikasi teknis untuk
menjamin kekuatan dan keamanan struktural. Berikut merupakan penjelasan
mendetail untuk setiap tahapan proses instalasi:
1. Persiapan Lokasi dan Permukaan Dermaga
Tahap ini adalah fondasi dari seluruh proses dan tidak boleh
diabaikan. Permukaan kontak pada dinding dermaga harus dipersiapkan dengan
baik.
- Pemeriksaan Kerataan: Pastikan permukaan beton atau baja di mana fender akan dipasang rata, bersih, dan bebas dari tonjolan, retakan besar, atau elemen yang dapat menghalangi kontak penuh antara pelat belakang fender dengan dinding dermaga. Kerataan yang tidak sempurna dapat menciptakan titik tegangan lokal (stress points) saat fender terkompresi, yang berpotensi merusak pelat atau badan karet.
- Kesiapan Struktural: Verifikasi bahwa struktur dermaga (misalnya, coping beam atau deck edge) mampu menahan Gaya Reaksi (Rf) maksimum yang akan ditransfer oleh fender, sesuai dengan perhitungan desain pelabuhan.
- Penyiapan Material: Semua komponen—badan fender, pelat baja, baut jangkar (anchor bolts, nut, dan washer), dan Panel UHMW-PE atau Frontal Frame (jika digunakan)—harus diverifikasi kesesuaiannya dengan spesifikasi proyek dan diperiksa dari kerusakan. Baut jangkar harus selalu berjenis hot-dip galvanized atau stainless steel untuk ketahanan korosi di lingkungan laut.
2. Penentuan Posisi dan Penandaan (Layout)
Akurasi dalam penentuan posisi sangat menentukan efektivitas
sistem fender secara keseluruhan.
- Penandaan Pusat: Tandai titik referensi pusat horizontal dan vertikal pada dinding dermaga sesuai dengan layout gambar teknik. Penentuan posisi harus memperhitungkan
- Jarak Antar Fender: Jarak harus optimal untuk memastikan kapal tidak bersandar di antara dua fender.
- Level Vertikal: Fender harus diposisikan pada level air yang tepat untuk mengakomodasi kapal yang sandar pada kondisi pasang surut yang berbeda.
- Pembuatan Template: Gunakan pelat baja atau template khusus dari fender sebagai panduan untuk menandai lokasi lubang baut jangkar dengan akurat. Ketidakakuratan penandaan dapat menyebabkan kesulitan saat mencoba memasang baut, atau, lebih buruk, membebani baut secara tidak merata.
3. Pengeboran Lubang Jangkar
Tahap ini menuntut penggunaan peralatan yang tepat dan
kontrol kedalaman
- Pemilihan Alat: Gunakan alat bor palu (hammer drill) yang dilengkapi mata bor beton berkualitas tinggi dengan diameter yang sesuai (misalnya, M24 atau M30).
- Kedalaman dan Sudut: Kedalaman pengeboran harus sesuai dengan panjang baut jangkar yang akan digunakan, ditambah sedikit ruang untuk puing. Pastikan pengeboran dilakukan tegak lurus (pada sudut 90) terhadap permukaan dermaga untuk menghindari tegangan geser yang tidak diinginkan pada baut saat pemasangan.
- Pembersihan Lubang: Setelah pengeboran, bersihkan lubang secara menyeluruh dari debu dan puing beton. Pembersihan biasanya dilakukan dengan udara bertekanan, diikuti dengan sikat kawat, untuk memastikan bahwa bahan kimia pengikat (epoxy atau grout) atau jangkar mekanis dapat berfungsi secara efektif.
4. Pemasangan dan Pengencangan Fender
Ini adalah tahap perakitan inti.
- Pemasangan Baut/Jangkar: Jika menggunakan baut tanam kimia (chemical anchors), masukkan resin epoksi atau grout ke dalam lubang, lalu masukkan baut jangkar. Biarkan mengeras sesuai waktu kurasi yang ditentukan oleh produsen. Jika menggunakan jangkar mekanis (mechanical anchors), baut atau selongsong jangkar dimasukkan ke lubang yang sudah dibersihkan.
- Pemosisian Fender: Angkat badan Rubber Fender V (dengan pelat baja terpasang) dan posisikan pada tempatnya, sejajarkan lubang pada pelat dengan baut jangkar yang sudah terpasang.
- Pengencangan Torsi (Torqueing): Ini adalah langkah paling kritis. Mur baut harus dikencangkan menggunakan kunci torsi (torque wrench) hingga mencapai nilai torsi spesifik yang ditetapkan dalam spesifikasi teknik (misalnya X Nm untuk baut M30). Pengencangan yang terlalu lemah dapat membuat fender bergerak atau bergeser saat sandar, sementara pengencangan yang berlebihan dapat merusak pelat baja, merobek karet, atau bahkan merusak baut itu sendiri.
5. Pemasangan Panel UHMW-PE atau Frontal Frame
Jika fender dilengkapi dengan Panel UHMW-PE, langkah ini
dilakukan setelah karet utama terpasang dengan aman.
- Penyelarasan Panel: Panel UHMW-PE diposisikan di depan karet fender. Panel ini biasanya dipasang ke pelat baja yang sudah terintegrasi dengan karet fender menggunakan baut yang lebih kecil (misalnya baut countersunk atau recessed) yang tertanam di dalam panel untuk menciptakan permukaan kontak yang mulus tanpa tonjolan.
- Pemeriksaan Akhir: Pastikan semua baut kencang, panel terpasang rata, dan tidak ada celah atau ketidaksejajaran yang dapat menyebabkan masalah selama kontak dengan kapal.
Dengan menyelesaikan langkah-langkah ini secara cermat dan
mengikuti spesifikasi torsi yang ditentukan, integritas dan kinerja jangka
panjang dari Rubber Fender V akan terjamin.
![]() |
| Rubber Fender V |
Tips Perawatan Jangka Panjang Rubber Fender V
Meskipun Rubber Fender V dirancang untuk ketahanan dan
kondisi laut yang keras, implementasi program perawatan preventif yang
terstruktur adalah kunci untuk memaksimalkan umur pakainya, memastikan kinerja
yang konsisten, dan meminimalkan biaya penggantian yang mahal.
1. Inspeksi Berkala dan Visual yang Teliti (Bulanan/Pasca-Insiden)
Inspeksi visual adalah garis pertahanan pertama dalam
perawatan fender. Inspeksi harus dilakukan secara rutin, idealnya setiap bulan,
dan wajib dilakukan segera setelah terjadi insiden sandar yang tidak biasa atau
keras (hard berthing).
- Pencarian Retak Signifikan: Fokuskan inspeksi pada badan karet untuk mendeteksi retakan dalam, terutama pada sudut dan area di mana karet mengalami defleksi terbesar. Retakan kecil di permukaan adalah normal akibat paparan ozon dan UV, tetapi retakan yang menembus dalam dapat mengindikasikan kerusakan struktural yang mengurangi kemampuan serap energi.
- Keausan dan Abrasi: Periksa area kontak fender atau panel UHMW-PE/Frontal Frame. Keausan yang tidak merata atau abrasi berlebihan, terutama jika hanya terjadi pada satu sisi fender, bisa mengindikasikan masalah keselarasan (alignment) dermaga atau kapal yang bersandar secara konsisten pada sudut yang salah.
- Deformasi Permanen: Cari tanda-tanda permanent set (deformasi permanen) yang menunjukkan bahwa fender telah mengalami kompresi melebihi batas desainnya (overload). Jika fender tidak kembali ke bentuk aslinya setelah kapal pergi, efisiensi energinya telah menurun drastis dan mungkin memerlukan penggantian.
- Kerusakan Panel UHMW-PE: Jika panel digunakan, periksa panel dari retakan, pecah, atau hilangnya segmen yang dapat mengekspos badan karet di bawahnya.
2. Pemeriksaan dan Pengencangan Baut Jangkar (Torque Check)
Baut jangkar adalah penghubung vital antara fender dan
dermaga. Kegagalan baut adalah salah satu penyebab utama kegagalan fender yang
paling merusak.
- Verifikasi Kekencangan: Periksa secara berkala semua baut jangkar (anchor bolts) menggunakan kunci torsi. Baut yang longgar adalah masalah serius karena memungkinkan fender bergetar atau bergerak sedikit setiap kali terjadi benturan. Pergerakan yang berulang ini mempercepat keausan karet di sekitar lubang baut, merusak pelat baja, dan bahkan dapat menyebabkan baut patah atau lepas sepenuhnya dari dinding dermaga.
- Pencegahan Korosi: Pastikan lapisan anti-korosi (galvanisasi atau cat epoksi) pada baut dan mur masih utuh. Korosi dapat mengurangi diameter baut dan secara drastis menurunkan kekuatan tariknya, meningkatkan risiko kegagalan. Baut yang sudah berkarat parah harus diganti dengan baut baru yang sesuai spesifikasi.
- Pemeriksaan Washer dan Nut: Pastikan semua washer dan nut berada pada posisi yang tepat dan tidak aus atau berkarat hingga batas yang mengkhawatirkan.
3. Menjaga Kebersihan Area Kontak
Kebersihan lingkungan sekitar fender sangat penting untuk
mencegah kerusakan mekanis yang tidak perlu.
- Penghilangan Benda Asing: Pastikan area kontak fender bebas dari benda asing yang keras seperti pecahan baja, beton yang runtuh, sisa karang yang mengeras, atau sampah besar yang mungkin tersangkut di antara fender dan lambung kapal.
- Kerusakan Gesekan: Jika kapal bersandar pada benda tajam yang tersangkut di permukaan fender, hal itu dapat menyebabkan abrasi abnormal atau bahkan robekan pada karet atau panel UHMW-PE, membatalkan perlindungan yang ditawarkan.
- Pertumbuhan Laut (Marine Growth): Meskipun fender modern didesain untuk menahan lingkungan laut, pertumbuhan organisme laut (teritip, alga) yang berlebihan pada panel UHMW-PE dapat meningkatkan koefisien gesek. Meskipun ini jarang menjadi masalah kritis pada Fender, pembersihan sesekali dapat menjaga performa gesekan panel tetap optimal.
Dengan menjalankan inspeksi yang disiplin, terutama berfokus
pada kekencangan baut dan integritas fisik, operator dermaga dapat
memperpanjang umur pakai Rubber Fender V dan memastikan sistem perlindungan
selalu siap menghadapi beban operasional.
![]() |
| Tabel Rubber Fender V |
Ukuran Spesifikasi Rubber Fender V (150H - 1000H)
Rubber Fender V diproduksi dalam serangkaian ukuran standar
untuk mengakomodasi berbagai jenis kapal, energi sandar, dan desain dermaga.
Spesifikasi teknis utama yang membedakan fender ini adalah Tinggi Nominal (H),
diikuti oleh dimensi lebar dan panjang. Berikut adalah detail spesifikasi untuk
rentang yang diminta:
1. Definisi Dimensi Kunci
Sebelum merinci setiap ukuran, penting untuk memahami
dimensi yang relevan
Tinggi Nominal (H): Jarak vertikal dari dasar pemasangan
hingga titik tertinggi badan karet (dalam mm). Ini adalah pengenal utama
fender.
Lebar (W): Jarak horizontal dari tepi luar ke tepi luar pada
bagian dasar fender (dalam mm).
Panjang (L): Panjang fender yang dipasang (dapat bervariasi
sesuai kebutuhan proyek, tetapi seringkali memiliki panjang standar, misalnya
1000mm atau 2000mm per segmen).
2. Spesifikasi Ukuran Rubber Fender V (Tinggi dalam mm)
Rubber Fender V dikategorikan berdasarkan tingginya. Perlu
dicatat bahwa dimensi lebar (W) dan berat akan meningkat seiring dengan
peningkatan tinggi (H) untuk menjaga rasio kinerja (Energi Serap / Gaya Reaksi)
tetap stabil.
|
Tipe
Fender |
Tinggi
Nominal (H) (mm) |
Lebar
Dasar (W) (mm) |
Defleksi
Rated (%) |
Fitur
Khas |
|
V 150H |
150 |
150 |
52.5% |
Untuk perahu
kerja kecil atau dermaga pribadi. |
|
V 200H |
200 |
200 |
52.5% |
Cocok untuk
kapal tunda (tugboats) dan kapal nelayan kecil. |
|
V 250H |
250 |
250 |
52.5% |
Digunakan
pada pelabuhan kecil dan medium. |
|
V 300H |
300 |
300 |
52.5% |
Ukuran
standar yang sering digunakan di pelabuhan feri. |
|
V 400H |
400 |
400 |
52.5% |
Salah satu
ukuran paling populer untuk pelabuhan kargo umum. |
|
V 500H |
500 |
500 |
52.5% |
Untuk dermaga
yang melayani kapal dengan DWT menengah. |
|
V 600H |
600 |
600 |
52.5% |
Menawarkan Ea
dan Rf yang signifikan, untuk dermaga kargo sibuk. |
|
V 800H |
800 |
800 |
52.5% |
Digunakan
untuk dermaga yang menangani kapal yang lebih besar dan kecepatan sandar yang
lebih tinggi. |
|
V 1000H |
1000 |
1000 |
52.5% |
Ukuran yang
besar, untuk pelabuhan utama yang melayani kapal besar (panamax atau lebih). |
FAQ Rubber Fender V
1. Apa itu Rubber Fender V?
➡ Rubber Fender V, atau Arch Fender, adalah perangkat
perlindungan dermaga berbentuk busur (huruf 'V') yang dipasang pada dinding
dermaga. Fungsinya adalah untuk menyerap energi kinetik benturan kapal saat
merapat dan tambat, sehingga melindungi lambung kapal maupun struktur dermaga
dari kerusakan.
2. Apa Keunggulan Utama Rubber Fender V dibandingkan tipe lain?
➡ Keunggulan utamanya adalah rasio kinerja yang optimal
(tinggi energi serap / rendah gaya reaksi) dengan biaya yang relatif ekonomis
dan struktur yang sederhana. Desain 'V' memungkinkan penyerapan energi tinggi
dengan instalasi yang mudah.
3. Berapa defleksi (kompresi) maksimal yang disarankan?
➡ Defleksi maksimal (rated deflection) yang disarankan untuk Rubber
Fender V umumnya berkisar antara 50% hingga 55% dari tinggi nominalnya. Bekerja
di luar batas ini secara teratur dapat menyebabkan overload dan kerusakan
permanen pada karet.
4. Bagaimana cara menentukan ukuran Rubber Fender V yang dibutuhkan?
➡ Ukuran ditentukan melalui perhitungan energi sandar
(berthing energy calculation) yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti massa
kapal terbesar (Design Ship), kecepatan sandar, sudut sandar, kondisi
lingkungan (angin/arus), dan faktor hidrodinamis.
Kesimpulan
Rubber Fender V (Arch Fender) adalah solusi perlindungan
dermaga yang sangat efektif, serbaguna, dan ekonomis untuk infrastruktur
maritim modern. Dengan profil berbentuk busur yang khas, fender ini dirancang
secara teknis untuk mencapai keseimbangan optimal antara Penyerapan Energi (Ea)
yang tinggi dan Gaya Reaksi (Rf) yang rendah, menjadikannya pilihan ideal untuk
berbagai aplikasi, mulai dari dermaga kargo umum, terminal feri, hingga
fasilitas kapal tunda.
PRODUSEN RUBBER FENDER V TERBAIK DI INDONESIA
Rubber Fender V adalah solusi yang telah teruji, menawarkan
keseimbangan sempurna antara daya serap energi tinggi dan biaya efektif. Dengan
produk kami yang terbuat dari material elastomer premium dan standar instalasi
yang terjamin, Anda tidak hanya membeli fender—Anda berinvestasi dalam
ketenangan pikiran jangka panjang.
Mengapa Memilih Rubber Fender V dari Kami?
✅Kualitas: Produk kami memenuhi standar teknis
internasional, menjamin performa Ea dan Rf yang optimal.
✅Ketahanan Maksimal: Formulasi karet unggulan kami memastikan
ketahanan superior terhadap UV, ozon, dan abrasi air laut, meminimalkan
kebutuhan penggantian dini.
✅Harga Paling Kompetitif: Dapatkan solusi perlindungan
dermaga terbaik tanpa harus mengorbankan anggaran Anda.
Selain memproduksi Rubber Fender V, Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa juga memproduksi berbagai macam jenis fender, seperti: Rubber Fender D, Rubber Fender Square, Rubber Fender Cylinder, Rubber Fender Cell, Rubber Fender Cone, Fender Tug Boat, Serta Frontal Frame dan Anchor Bolt.
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri karet konstruksi, besi konstruksi seperti aksesoris pelabuhan, aksesoris jembatan, jalan tol, gedung, dll. Kami memproduksi berbagai macam produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga terjangkau.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen. Informasi dan permintaan penawaran terbaik hubungi kami :
Email : mahameruputramandiri@gmail.com
Call & WA : 082245923265
-Fajar Achmadi-







